Alytpuspitasari's Blog

Prestasi Belajar

Posted on: Juni 7, 2010

Prestasi Belajar

Pengertian Prestasi Belajar

Belajar merupakan suatu aktivitas mental yang berlangsung dalam interaksi aktif siswa dengan lingkungannya dan menghasilkan perubahan-perubahan yang relatif permanen dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan nilai sikap (Winkel, 1987). Karena itu, sehubungan dengan kegiatan belajar mengajar, maka pengertian belajar yang dimaksud dalam penelitian ini dikaitkan dengan efektivitas metode Mind Map yang digunakan dalam hal meningkatkan prestasi belajar siswa.

Prestasi belajar adalah hasil evaluasi pendidikan yang dicapai oleh siswa setelah menjalani proses pendidikan formal dalam jangka waktu tertentu dan hasil tersebut berwujud angka-angka (Soeryabrata, 1998). Sedangkan menurut Poerwadarminta (dalam Tanaya, dkk, 1999) mendefinisikan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai, dilakukan atau dikerjakan oleh seseorang sebagai hasil belajar.

Masrun dan Martaniah (dalam Muryono, 1996) mendefinisikan bahwa prestasi belajar merupakan hasil kegiatan belajar, yaitu sejauh mana peserta didik menguasai bahan pelajaran yang diajarkan. Dengan perkataan lain, prestasi belajar merupakan ukuran keberhasilan siswa dalam menguasai materi pelajaran yang diberikan.

Menurut Poerwadarminta (2003) prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai, dilakukan atau dikerjakan oleh seseorang sebagai hasil dari belajar.

    Faktor-fakor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar

Menurut Soeryabrata (dalam Tjundjing, 2001) terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar, yaitu:

  • Faktor Internal
  • Faktor Fisiologis

Yang dimaksud dengan faktor fisiologis mengacu pada keadaan fisik, khususnya sistem penglihatan dan pendengaran. Kedua sistem penginderaan tersebut dianggap sebagai faktor yang paling bermanfaat diantara kelima indera yang dimiliki manusia. Untuk dapat menempuh belajar dengan baik seseorang perlu memperhatikan dan memelihara kesehatan tubuhnya. Keadaan fisik yang lemah merupakan suatu penghalang yang sangat besar bagi seseorang dalam menyelesaikan program belajarnya. Untuk memelihara kesehatan fisiknya seseorang perlu memperhatikan pola makan dan pola tidurnya, hal ini diperlukan untuk memperlancar metabolism dalam tubuhnya. Selain itu untuk memelihara kesehatan, bahkan juga dapat meningkatkan ketangkasan fisik, juga diperlukan olah raga secara teratur.

  • Faktor Psikologis

Faktor psikologis meliputi faktor non-fisik, seperti minat, motivasi, intelegensi, perilaku dan sikap.

Pada pembahasan ini yang dimaksud intelegensi cenderung mengacu pada kecerdasan intelektual. Kecerdasan intelektual yang tinggi akan mempermudah seseorang untuk memahami suatu permasalahan. Orang yang memiliki kecerdasan intelektual tinggi, pada umumnya memiliki potensi dan kesempatan yang lebih besar untuk meraih prestasi belajar yang baik, dibandingkan dengan mereka yang memiliki kecerdasan intelektual biasa-biasa saja, apalagi bila dibandingkan mereka yang tergolong memiliki kecerdasan intelektual rendah.

  • Faktor Eksternal
  • Faktor lingkungan keluarga
  • Sosial ekonomi keluarga

Dengan sosial ekonomi yang memadai seseorang lebih mempunyai kesempatan untuk mendapatkan fasilitas belajar yang lebih baik, mulai dari buku, alat tulis, sampai pemilihan sekolah.

  • Pendidikan orang tua

Orang tua yang telah menempuh jenjang pendidikan tinggi cenderung lebih memperhatikan dan memahami pentingnya pendidikan bagi anak-anaknya dibandingkan dengan mereka yang menmpuh pendidikan pada jenjang yang lebih rendah.

  • Perhatian orang tua dan suasana hubungan antara anggota keluarga

Dukungan dari keluarga merupakan salah satu pemacu semangat berprestasi bagi seseorang. Dukungan dalam hal ini bisa secara langsung berupa pujian maupun nasihat, atau secara tidak langsung misalnya dalam wujud kehidupan keluarga yang akrab dan harmonis.

  • Faktor lingkungan sekolah
  • Sarana dan prasarana

Kelengkapan fasilitas sekolah atau perguruan tinggi seperti OHP, kipas angin, microphone akan membantu kelancaran proses belajar mengajar di sekolah atau perguruan tinggi. Selain itu bentuk ruangan, sirkulasi udara dan lingkungan sekitar kampus atau sekolah juga turut mempengaruhi proses belajar mengajar.

  • Kompetensi guru dan siswa

Kualitas guru dan siswa sangat penting dalam meraih prestasi, kelengkapan sarana dan prasarana tanpa disertai kinerja yang baik dari para penggunanya akan sia-sia belaka.

  • Kurikulum dan metode mengajar

Hal ini meliputi materi dan bagaimana cara memberikan materi tersebut kepada siswa. Metode pengajaran yang lebih interaktif sangat diperlukan untuk menumbuhkan minat dan peran serta siswa dalam kegiatan pembelajaran.

  • Faktor lingkungan masyarakat
  • Sosial budaya

Pandangan masyarakat tentang pentingnya pendidikan akan mempengaruhi kesungguhan pendidik dan peserta didik. Masyarakat yang masih memandang rendah pendidikan akan enggan mengirimkan anakanya ke sekolah, dan cenderung memandang rendah pekerjaan guru atau pengajar.

  • Partisipasi terhadap pendidikan

Bila semua pihak telah berpartisipasi dan mendukung kegiatan pendidikan, mulai dari pemerintah (berupa kebijakan dan anggaran) sampai pada masyarakat bawah (kesadaran akan pentingnya pendidikan), setiap orang akan lebih menghargai dan berusaha memajukan pendidikan dan ilmu pengetahuan. Hal ini akan memunculkan pendidik dan peserta didik yang lebih berkualitas.

Aspek-aspek dalam Prestasi Bealajar

Menurut Gagne (dalam Winkel, 1996) prestasi belajar dapat digolongkan menjadi beberapa aspek:

  • Informasi verbal, yaitu menyatakan kembali informasi yang diperoleh dari proses belajar
  • Keterampilan intelektual, melalui proses belajar seseorang akan mampu berfungsi dengan baik dalam masyarakat.
  • Keterampilan motorik, yakni kemampuan menguasai berbagai jenis keterampilan gerak.
  • Sikap adalah kapabilitas yang memperngaruhi pilihan tentang tindakan mana yang akan dilakukan. Misalnya pengembangan sikap terhadap belajar atau sikap terhadap prestasi.
  • Siasat kognitif, yakni kapabilitas yang mengatur cara bagaimana peserta belajar mengelola belajarnya.

Sumber :

Muryono. 1996. Intelegensi dalam hubungannya dengan prestasi belajar. Jurnal Anima, Volume XI, 174-183.

Suryabrata, S. 1998. Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Tanaya, H. T., Hartanti & Kartika, A. 1999. Perbedaan prestasi belajar matematika antara kompetisi peringkat kelas dan metode kompetisi alternatif. Jurnal Anima, Volume XIV, 259-270.

Winkel, W. S. (1996). Psikologi pengajaran. Jakarta: Gramedia.

About these ads

2 Tanggapan to "Prestasi Belajar"

Kalau menurut saya apa yg disebut PRESTASI itu: adalah kerja yang selesai secara benar.

Yap yap. Pendpt Anda benar jga kok.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: