Alytpuspitasari's Blog

Belajar

Posted on: Juni 7, 2010

    Belajar
    Pengertian

Menurut Hakim (2005) belajar adalah suatu proses perubahan di dalam kepribadian manusia, dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, keterampilan, daya pikir, dan lain-lain kemampuan. Slameto (2003) juga menjelaskan belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Hal senada juga dikemukakan oleh Skinner (dalam Dimyati & Mudjiono, 1999) bahwa belajar merupakan hubungan antara stimulus dan respons yang tercipta melalui proses tingkah laku. Lebih lanjut, Sutikno (2007) mengemukakan belajar sebagai suatu proses usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh suatu perubahan yang baru sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.

Gagne (dalam Slameto, 2003) menyebutkan definisi belajar yang terbagi menjadi dua uraian, yaitu:

        • Belajar ialah suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan, keterampilan, kebiasaan, dan tingkah laku.

        • Belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang diperoleh dari instruksi.

Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah proses usaha yang ditampakkan oleh seseorang dan ada hubungannya antara stimulus dan respon yang akan tercipta bila seseorang tersebut merubah tingkah lakunya yang baru secara keseluruhan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, keterampilan, dan daya pikir, perubahan yang baru tersebut merupakan hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.

    Cara-cara belajar yang baik

Pintner (dalam Slameto, 2003) mengemukakan beberapa cara belajar yang baik, diantaranya yaitu:

  • Metode keseluruhan kepada bagian (whole to part method)

Di dalam mempelajari sesuatu, kita harus memulai dahulu dari keseluruhan, kemudian baru mendetail kepada bagian-bagiannya. Metode ini berasaldari pendapat psikologi Gestalt.

  • Metode keseluruhan lawan bagian (whole versus part method)

Untuk bahan-bahan pelajaran yang sifatnya tidak terlalu luas tepat dipergunakan metode keseluruhan. Seperti membaca buku cerita pendek. Namun untuk bahan-bahan yang bersifat non verbal misalnya mengetik lebih tepat digunakan metode bagian.

  • Metode campuran antara keseluruhan dan bagian (mediating method)

Metode ini hanya digunakan untuk bahan-bahan pelajaran yang skopnya sangat luas atau yang sukar-sukar. Misalnya tata buku dsb.

  • Metode resitasi (recitation method)

Yakni mengulangi atau mengucapkan kembali sesuatu yang telah dipelajari. Metode ini dapat dilakukan pada semua mata pelajaran.

  • Jangka waktu belajar (length of practice period)

Dari hasil-hasil eksperimen ternyata bahwa jangka waktu (periode) belajar yang produktif seperti metode menghafal adalah antara 0 – 30 menit.

  • Pembagian waktu belajar (distribution of practice period)

Belajar yang terus menerusdalam jangka waktu yang lama tanpa istirahat tidak efisien dan efektif. Menurut hokum Jost tentang belajar yakni 30 menit sehari selama 6 hari lebih baik daripada sekali belajar selama 6 jam.

  • Membatasi kelupaan

Agar tidak terjadi hal demikian, maka dalam belajar perlu adanya ulangan atau review pada waktu-waktu tertentu atau setelah akhir suatu tahap pelajaran yang diselesaikan guna untuk mengingatkan kembali bahan yang pernah dipelajari.

  • Menghafal (cramming)

Untuk dapat menguasai serta mereproduksi kembali dengan cepat bahan-bahan pelajaran yang luas atau banyak dalam waktu yang relatif singkat. Kecepatan belajar dalam hubungannya dengan ingatan. Di sini terdapat adanya korelasi antara kecepatan memperoleh suatu pengetahuan dengan daya ingatan terhadap pengetahuan itu. Mengingat adalah suatu aktifitas kognitif dimana orang menyadari bahwa pengetahuannya berasal dari masa lampa atau berdasarkan kesan-kesan yang diperoleh dimasa lampau. Terdapat dua bentuk mengingat yaitu mengenal kembali (recognisi) dan mengingat kembali (recall).

  • Retroactive inhibition

Pada waktu terjadi proses berfikir, maka akan terjadi adanya penokan atau penahanan dari suatu unit pengetahuan tertentu terhadap unit yang lain sehingga terjadi kesalahan dalm berfikir. Untuk menghindari agar tidak terjadi hal semacam itu, hendaknya dalam belajar mengajar tidak terjadi pencampur adukan beberapa mata pelajaran dalam waktu sekaligus, maka diperlukan adanya jadwal (time schedule) dalam belajar yang harus ditaati bersama.

    Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Belajar

Faktor-faktor yang mempengaruhi atau menentukan keberhasilan belajar dapat dibagi menjadi tiga, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

  • Faktor internal

Faktor internal dalam keberhasilan belajar, antara lain:

  • Faktor biologis (jasmaniah)

Keadaan jasmani yang perlu diperhatikan, pertama kondisi fisik yang normal atau tidak memiliki cacat sejak dalam kandungan sampai sesudah lahir. Kondisi fisik normal ini terutama harus meliputi keadaan otak, panca indera, anggota tubuh. Kedua, kondisi kesehatan fisik. Kondisi fisik yang sehat dan segar sangat mempengaruhi keberhasilan belajar. Di dalam menjaga kesehatan fisik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain makan dan minum yang teratur, olahraga serta cukup tidur.

  • Faktor Psikologis

Faktor psikologis yang mempengaruhi keberhasilan belajar ini meliputi segala hal yang berkaitan dengan kondisi mental seseorang. Kondisi mental yang dapat menunjang keberhasilan belajar adalah kondisi mental yang mantap dan stabil. Faktor psikologis ini meliputi hal-hal berikut. Pertama, intelegensi. Intelegensi atau tingkat kecerdasan dasar seseorang memang berpengaruh besar terhadap keberhasilan belajar seseorang. Kedua, kemauan. Kemauan dapat dikatakan faktor utama penentu keberhasilan belajar seseorang. Ketiga, bakat. Bakat ini bukan menentukan mampu atau tidaknya seseorang dalam suatu bidang, melainkan lebih banyak menentukan tinggi rendahnya kemampuan seseorang dalam suatu bidang.

  • Faktor Eksternal

Faktor eksternal dalam keberhasilan belajar, antara lain:

  • Faktor lingkungan keluarga

Faktor lingkungan rumah atau keluarga ini merupakan lingkungan pertama dan utama pula dalam menentukan keberhasilan belajar seseorang. Suasana lingkungan rumah yang cukup tenang, adanya perhatian orangtua terhadap perkembangan proses belajar dan pendidikan anak-anaknya maka akan mempengaruhi keberhasilan belajarnya.

  • Faktor lingkungan masyarakat

Masyarakat merupakan faktor ekstern yang juga berpengaruh terhadap belajar seseorang karena keberadannya dalam masyarakat. Lingkungan yang dapat menunjang keberhasilan belajar diantaranya adalah, lembaga-lembaga pendidikan nonformal, seperti kursus bahasa asing, bimbingan tes, pengajian remaja dan lain-lain.

  • Faktor waktu

Waktu (kesempatan) memang berpengaruh terhadap keberhasilan belajar seseorang. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana mencari dan meluangkan waktu dengan sebaik-baiknya.

Dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar seseorang dan dapat mencegah seseorang dari penyebab-penyebab terhambatnya pembelajaran.

Sumber :

Anni, T., Acmad. RC., Edy. P, & Daniel. P. 2004. Psikologi belajar. Cetakan Pertama. Semarang : UPT MKK Universitas Negeri Semarang.

Hakim, Thursan. (2005). Belajar secara efektif. Jakarta: Puspa Swara.

Slameto. (2003). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Kategori

%d blogger menyukai ini: